oleh

PEMKRI DAN GMKI Suarakan Segera Tangkap Oknum Satpol PP Yang Terlibat Pemukulan

Makassar – Menindaklanjuti laporan penganiayaan yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) terhadap sejumlah massa aksi pada momentum Hari Tani Nasional, Kamis (24/9/2020), di depan kantor Gubernur Sulawesi Selatan.

Perwakilan “Aliansi Satu Simpul Makassar Untuk Indonesia” yaitu Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Makassar dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Makassar, datangi Polrestabes Makassar meminta perkembangan proses penangan, Senin (5/10/2020).

Kedatangan sejumlah mahasiswa diterima langsung oleh Rahim selaku Kanit Umum Polrestabes Makassar.

Dalam pertemuan tersebut, Rahim menyampaikan sampai saat ini tidak ada penyelidikan yang dilakukan terkait kasus pemukulan yang dilakukan oknum Satpol PP dan juga mengungkapkan alasan yang tidak masuk akal yaitu bahwa pelaporan telah dialihkan ke pihak Polsek Panakukang pada, Jumat (25/9/2020) sehari setelah waktu pealaporan.

Berdasarkan keterangan tersebut itu berlawan dengan Keterangan Wakapolres yang menemui Massa Aksi di depan Polrestabes Makassar yang menuntut “segera tangkap oknum satpol PP pelaku pemukulan kepada mahasiswa”, Senin (28/9/2020). Wakapolres Menyampaikan bahwa pelaporan sementara di proses dan kita komitmen untuk segera mengusut tuntas.

Itu berarti bahwa laporan pada tanggal 28 September 2020 masih ada di Polrestabes, Namun keterangan yang diberikan Kanit Umum saat ditemui itu berbeda dengan apa yang disampaikan Wakapolres Sebelumnya.

Menanggapi hal tersebut, Teobaldus Hemma selaku Presidium Germas PMKRI Cabang Makassar menyampaikan, tindakan kekerasan yang dialami kelompok mahasiswa malah dipermainkan oleh aparat kepolisian dalam hal ini Polrestabes Makassar dan ingin lepas tangan dalam menangani perkara tersebut.

“Kami telah memberikan keterangan serta telah dilakukan pemeriksaan terhadap korban pemukulan namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut jelas.

Maka menyikapi ketidakmampuan serta ketidak seriusan pihak Polrestabes untuk mengungkap kasus tersebut dan atas mosi tidak percaya kepada Polrestabes Makassar, kami akan mengusut tuntas kasus ini di Polda Sulses. “Tutup Teobaldus Hemma.(rls)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 − 10 =

News Feed