oleh

Longsor Putus Akses Utama Jalan Trans Sulawesi Mamasa – Toraja

MAMASA – Tanah longsor terjadi di Desa Kariango, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat,  Kejadian itu memutus akses jalan trans sulawesi.

Jalan trans sulawesi penghubung antara Kabupaten Mamasa di Sulawesi Barat dan Kabupaten Tana Toraja di Sulawesi Selatan, Sejak Selasa (18/2/2020) akibat tertutup material longsor.

“Hujan deras terus, sudah ada satu minggu, ini longsor tadi malam, seringkali terjadi longsor di jalan ini, barusan ini besar longsornya, biasanya keci-kecil saja,” kata Tabita Rabu (19/2/2020).

Tabita menambahkan, kejadian longsor ini merupakan kedua kalinya terjadi di jalan poros Mamasa-Tanah Toraja dalam sepekan. Ia khawatir akan ada longsoran selanjutnya yang lebih besar yang dapat mengancam pemukiman warga disekitar jalan itu.

“Semoga ada tindakan cepat dari pemerintah, cepat bersihkan ini longsor, karena ini satu-satunya jalan penghubung, kami juga takut longsor bisa menimpa rumah-rumah kami,” ujar Tabita.

Warga terpaksa menggunkan alat seadanya untuk membersihkan meterial longsor berupa tanah bercampur batu dan juga terdapat beberapa batang pohong itu.

Tidak adanya alat yang berada dekat dengan lokasi longsor membuat warga melalukan pembersihan seadanya, agar para pengendara dapat segera melintas, karena jalan sangat sulit untuk dilalui oleh pengendara roda dua, apa lagi roda empat.

“Kami terpaksa nekat melawati longsor ini, karena tidak ada jalan lain yang bisa kami lalui, jalan ini merupakan akses satu-satunya dan ini seringkali terjadi di jalan poros Mamasa-Toraja jika musim hujan,” kata Frendi salah seorang pengendara.

Frendi berharap agar pemerintah, baik Pemprov Sulbar maupun Pemkab Mamasa segara mengerahkan alat berat ke lokasi longsor, agar jalan kembali terbuka, sehingga warga tidak lagi kesulitan dan antri selama berjam-jam hanya untuk melintas.

“Kami masyarakat meminta agar jalan ini segera mendapat perhatian dari pemerintah karena jalan ini merupakan akses perekonomian masyarakat khususnya masyarakat di Kecamatan Tabang, Nosu, dan Pana’ Kabupaten Mamasa,” tegas Frendi. (UP/IU)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 + eight =

News Feed