oleh

Korban Banjir Morowali Keluhkan Lambannya Penanganan dari Pemda

MOROWALI – Kurang lebih sepekan pasca bencana banjir, belum ada kejelasan soal penanganan dan bantuan kepada para korban.

Hal itu disampaikan oleh Basri Kepala Dusun 5 Desa Dampala Kecamatan Bahodopi, Sabtu, 15 Juni 2019.

Menurut Basri, selaku korban, Ia meminta agar pemerintah atau pihak instansi terkait segera menanggapi keluhan masyarakat khususnya korban yang rumahnya terbawa arus.

“Karena sampai saat ini, hanya dilakukan pendataan, tetapi tindak lanjut belum ada kejelasan terkait penangannya. Khususnya, kepada korban yang rumahnya hanyut terbawa banjir,” kata Basri.

Didusun 5 desa Dampala, misalnya, dari sebanyak 80 kk, ada 4 kk yang rumahnya hanyut terseret banjir. Dan sampai sekarang belum ada kejelasan soal penanganannya.

“Untuk saat ini, termasuk saya masih menginap di kos-kosan teman, karena rumah sempat terbawa banjir. Belum lagi warga saya yang lain, kasian mereka juga butuh tempat berteduh,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah adanya cerita kurang menarik dilokasi pengungsian sebelumnya, terpaksa Ia berinisiatif untuk memindahkan warga korban banjir kerumah-rumah penduduk lainnya di desa Dampala.

Ditanya masalah penyaluran bantuan seperti sembako dan kebutuhan mendesak lainnya, Basri berharap adanya posko pengungsian dan posko penyaluran bantuan berdekatan dengan lokasi bencana.

“Sebab, kami merasa seolah dipersulit soal administrasi untuk mendapatkan bantuan. Sementara kami masyarakat sini, tetapi bagaimana kalau administrasi kependudukan warga sudah hanyut,” lanjutnya.

Selain itu, disinggung terkait sumber banjir bandang yang membawa kayu gelondongan.

Basri mengungkapkan, Ia mendapatkan informasi kalau sumber banjir bandang dan kayu itu berasal dari lokasi cek damp milik perusahaan IMIP grup. (UP/WRD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 − six =

News Feed